Monotoneminimal.com – Sebanyak 425 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beroperasi di Kabupaten Garut. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menekankan pentingnya program ini tidak hanya untuk meningkatkan kesehatan anak, tetapi juga untuk menciptakan lapangan kerja serta memberikan efek positif pada ekonomi lokal.
Dalam sebuah pernyataan, Bupati Abdusy menjelaskan bahwa program makan bergizi gratis (MBG) yang dilaksanakan di Garut telah berhasil memperbaiki status gizi generasi muda secara signifikan. Meski demikian, ia menggarisbawahi perlunya optimalisasi rantai pasok untuk memastikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.
Terdapat beberapa keluhan mengenai ketergantungan SPPG terhadap bahan baku dari luar wilayah, alih-alih memanfaatkan produk dari petani lokal. Abdusy menegaskan, meskipun ada pertimbangan efisiensi dalam pengadaan bahan baku, hal ini perlu segera diatasi agar tidak berdampak negatif di kemudian hari.
“Mengandalkan bahan baku dari luar dapat mengurangi potensi ekonomi lokal. Kami berkomitmen untuk memperbaiki itu,” ujarnya.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Garut berencana mengambil langkah strategis dengan memastikan SPPG memprioritaskan penggunaan komoditas lokal. Bupati juga menambahkan pentingnya komunikasi yang lebih baik antara Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG dan dinas terkait. Ia mengusulkan diperkuatnya pengawasan mengenai standar gizi makanan yang disajikan serta pengelolaan sampah.
“Dengan ini, kami berharap kontribusi program nasional dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Garut,” tutupnya.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1773290925_e1aedb24846480b341ca.jpg)