Monotoneminimal.com – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara mencatat pencapaian signifikan dalam penyerapan gabah petani, yakni sebanyak 168.568 ton hingga Agustus 2026. Target untuk tahun 2026 ditetapkan sebesar 233.534 ton, dan meskipun musim kemarau berlangsung, Bulog terus berupaya mengoptimalkan proses penyerapan gabah.
Dalam situasi cuaca yang menantang, pihak Bulog tetap berkomitmen untuk memenuhi target tersebut. Dengan strategi yang matang, mereka akan memastikan petani mendapatkan harga yang adil serta meningkatkan ketersediaan stok beras di wilayah tersebut. Operasi penyerapan gabah ini menjadi memerlukan kolaborasi yang kuat antara Bulog dan petani, sehingga program berkelanjutan dapat terwujud.
Direktur Perum Bulog Kanwil Sultra menjelaskan bahwa meskipun tantangan musim kemarau menghambat beberapa aspek produksi, pihaknya bertekad untuk tetap menciptakan peluang bagi petani dalam pemasaran hasil pertanian. Penyerapan gabah diharapkan tidak hanya mendukung stabilitas harga di pasar, tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan di daerah itu.
Dengan dukungan pemerintah dan upaya kolektif antara berbagai pemangku kepentingan, Perum Bulog yakin dapat memenuhi target yang telah ditetapkan. Penyerapan gabah yang konsisten ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan beras, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Optimisme menghadapi tantangan ini menunjukkan komitmen serius Bulog dalam mendukung petani dan menjamin ketersediaan pangan. Masyarakat setempat berharap dengan langkah-langkah yang diambil, situasi pangan di Sulawesi Tenggara dapat terjaga dengan baik, meskipun tantangan alam terus ada.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/KEMARAU-TAK-HALANGI-OPTIMALISASI-BULOG-SULTRA-SERAP-GABAH-PETANI.jpg)