Monotoneminimal.com – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong optimalisasi pemanfaatan jaringan gas (jargas) di Bojonegoro, Jawa Timur, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengungkapkan bahwa saat ini baru sekitar 55 persen dari total alokasi gas bumi yang telah dimanfaatkan, menunjukkan potensi besar untuk pengembangan lebih lanjut.
Wahyudi menjelaskan, gas bumi merupakan sumber energi yang lebih efisien dan ekonomis dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya. Dengan adanya jargas, masyarakat dapat merasakan manfaat efisiensi biaya hingga 45 persen. “Hal ini sangat membantu terutama dalam menekan biaya pengeluaran rumah tangga,” katanya saat kegiatan sosialisasi di Bojonegoro.
Jargas tidak hanya untuk memasak, tetapi juga bisa digunakan oleh usaha mikro dan untuk pemanas air. Biaya penggunaan jargas bagi masyarakat berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp70 ribu per bulan, tergantung pada konsumsi masing-masing. Hal ini telah membantu pengguna untuk mengalihkan dana untuk kebutuhan lainnya.
Wilayah Bojonegoro, yang juga merupakan daerah penghasil migas, diharapkan dapat lebih maksimal dalam memanfaatkan sumber daya energi yang ada. BPH Migas bersama anggota DPR akan terus menyebarluaskan informasi agar masyarakat lebih siap dalam memanfaatkan jargas.
General Manager PGN SOR III, Hedi Hedianto, menekankan komitmennya dalam menyediakan pasokan dan infrastruktur yang andal. Para pengguna jargas memberikan feedback positif, seperti Dwi Merawati, seorang pelaku usaha, yang merasa pengeluaran usahanya lebih efisien setelah beralih dari LPG ke jargas.
Dengan demikian, pengembangan jargas di Bojonegoro diharapkan dapat terus meningkat, memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1000405825.jpg)