Monotoneminimal.com – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengungkapkan potensi yang menjanjikan untuk rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan industri. Dalam pernyataan yang disampaikan di Batang, Jawa Tengah, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho mengatakan, profil akses rumah subsidi menunjukkan 74 persen penggunanya adalah buruh atau pekerja swasta.
Heru menambahkan, BP Tapera telah menjalin dialog dengan Bupati Batang, Faiz Kurniawan, mengenai potensi kolaborasi antara kawasan industri dan pengembang dalam membangun hunian vertikal subsidi. Kesepakatan ini diharapkan dapat menciptakan lebih banyak tempat tinggal yang terjangkau bagi buruh.
Lebih lanjut, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyatakan bahwa buruh mendominasi pemanfaatan alokasi rumah tapak bersubsidi pada tahun lalu. Hal ini menunjukkan kesadaran yang meningkat di kalangan buruh tentang pentingnya memiliki rumah sebagai kebutuhan utama, bersanding dengan sandang dan pangan.
Data BP Tapera mencatat, sepanjang tahun 2025, pemerintah mengalokasikan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 278.868 unit rumah, di mana 66 ribu unit di antaranya dimanfaatkan oleh buruh. Menyusul tren positif ini, Haru berharap penyaluran FLPP dan produk pembiayaan rumah subsidi lainnya akan meningkat pada tahun ini.
Salah satu pengembangan yang diarahkan kepada buruh adalah di kawasan Meikarta, Lippo Cikarang, Jawa Barat, di mana pembangunan hunian bertingkat subsidid sudah dimulai dengan target akad pembelian pada akhir tahun. Total 141 ribu unit akan dikembangkan di tiga lokasi dengan luas 30 hektare, menggunakan lahan hibah dari Lippo Group.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1030.jpg)