Site icon monotoneminimal.com

Bapanas Pastikan Stabilitas Beras Premium Setelah Penarikan Culas

[original_title]

Monotoneminimal.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwa ketersediaan beras premium tetap terjaga di pasar tradisional, meskipun terdapat penarikan produk beras fortifikasi yang bermasalah. Hal ini diumumkan oleh Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Hermawan, dalam sebuah pernyataan di Jakarta.

Hermawan menjelaskan bahwa meskipun beberapa ritel modern mengalami penurunan pasokan beras premium, stok di pasar tradisional masih mencukupi dan harga tetap dalam batas yang wajar. Penarikan 25 merek beras fortifikasi disebabkan oleh klaim yang tidak sesuai, yang berpotensi dimanfaatkan oleh oknum untuk menaikkan harga beras premium.

Menanggapi hal ini, Bapanas melakukan pemantauan di Pasar Induk Beras Cipinang, di mana harga beras premium tercatat sekitar Rp14.200 per kilogram, di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp14.900 per kilogram di beberapa wilayah. Hermawan menyatakan, masalah pasokan lebih terasa di ritel modern karena adanya potongan penjualan yang mengurangi margin produsen.

Bapanas, bersama Satgas Pangan Polri, telah melakukan pengawasan terhadap peredaran beras fortifikasi di 11 provinsi, mengumpulkan 190 sampel yang menunjukkan banyaknya ketidaksesuaian. Penarikan produk dilakukan oleh 11 pelaku usaha setelah hasil pengujian menunjukkan 80 persen sampel tidak memenuhi klaim nilai gizi.

Dari pengawasan ini, potensi kerugian konsumen diperkirakan mencapai Rp89 triliun, akibat perbedaan antara harga jual dan harga wajar. Langkah-langkah pengawasan ini dilakukan untuk melindungi konsumen dan memastikan produk yang beredar memenuhi standar yang ditetapkan. Bapanas berkomitmen untuk menjaga stabilitas pasokan beras dan melindungi konsumen dari praktik yang merugikan.

Exit mobile version