Monotoneminimal.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) berupaya menjaga stabilitas harga ayam hidup setelah periode Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, mengingat adanya penurunan harga. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa pemerintah akan berkolaborasi dengan pelaku usaha di bidang bibit ayam dan pakan untuk mengatasi fluktuasi harga.
Ketut menegaskan pentingnya tindak lanjut dari arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk memanggil sejumlah pelaku industri agar harga ayam hidup tetap terkendali. “Kami tidak ingin peternak kecil terdampak oleh penurunan harga ini,” ujar Ketut.
Monitoring dari Bapanas menunjukkan bahwa harga ayam hidup di beberapa wilayah berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP), yang ditetapkan maksimal Rp25.000 per kilogram. Misalnya, harga di Sumatera Selatan tercatat Rp21.938 per kilogram, sementara di Sulawesi Selatan mencapai Rp27.409 per kilogram, lebih tinggi dari HAP.
Dalam rilis Badan Pusat Statistik (BPS), daging ayam ras dinyatakan sebagai salah satu komoditas yang memberikan kontribusi besar terhadap inflasi. Terhitung hingga bulan Maret, terjadi kenaikan signifikan di 237 kabupaten/kota, namun penurunan mulai terlihat dengan 125 daerah mengalami penurunan harga.
Sebagai upaya jangka panjang, pemerintah berencana membangun pabrik pakan dan bibit ayam milik negara. Anggaran sebesar Rp678 miliar telah dialokasikan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mendukung peternak mendapatkan pakan berkualitas dengan harga terjangkau.
Pemerintah berharap kerja sama yang erat dengan pelaku usaha dapat mewujudkan stabilitas harga di seluruh rantai pasok, sehingga peternak dapat beroperasi secara berkelanjutan tanpa terpengaruh fluktuasi yang merugikan.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/0BDFD615-A037-4C69-9BA0-88397A5F12B2.jpeg)