Monotoneminimal.com – Peralihan tren konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menunjukkan peningkatan signifikan pada jenis BBM pertalite, akibat banyak konsumen beralih dari pertamax. Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Lumajang, Bonni Momenta, menjelaskan bahwa perbedaan harga yang mencolok antara kedua jenis BBM tersebut menjadi faktor utama yang mendorong perubahan tersebut.
Bonni mencatat bahwa meningkatnya aktivitas masyarakat di luar rumah turut berkontribusi pada lonjakan permintaan di SPBU. Antrean panjang terlihat di banyak lokasi, yang disebabkan oleh tingginya volume kendaraan yang melakukan pengisian bahan bakar. “Pola konsumsi yang berubah dan semakin banyaknya orang beraktivitas menyebabkan antrean panjang di SPBU,” ujarnya pada Jumat.
Selain itu, diidentifikasi bahwa informasi mengenai antrean panjang di daerah lain, termasuk Bali, dapat memengaruhi perilaku beli masyarakat. Banyak yang berusaha mengantisipasi kemungkinan terjadi keterbatasan dengan membeli BBM lebih dari yang dibutuhkan. Bonni mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi tersebut dan lebih bijak dalam membeli BBM demi menjaga kelancaran distribusi.
Pemerintah Kabupaten Lumajang juga terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memantau penyaluran BBM. Melalui langkah ini, diharapkan agar masyarakat dapat membeli BBM sesuai kebutuhan masing-masing, sehingga layanan di SPBU tetap berjalan lancar. Masyarakat diingatkan untuk patuh pada pola pembelian proporsional agar semua pengguna bisa mendapatkan akses yang adil terhadap sumber daya energi ini.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/IMG-20261016-WA0173.jpg)