Monotoneminimal.com – Pemerintah DKI Jakarta menanggapi potensi banjir akibat cuaca ekstrem dengan melaksanakan operasi modifikasi cuaca. Kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan direncanakan berlangsung selama lima hari ke depan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, menekankan bahwa upaya ini bertujuan untuk meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi di ibu kota.
Isnawa menyatakan bahwa operasi modifikasi cuaca dimulai pada Selasa, 13 Januari 2023, sebagai respons terhadap kejadian banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta pada hari sebelumnya. Ia berharap kegiatan ini mampu mengurangi intensitas hujan yang bisa memperburuk kondisi genangan di beberapa daerah. Proses modifikasi cuaca akan dilakukan oleh BNPB dan selanjutnya akan dilanjutkan oleh BPBD DKI Jakarta berdasarkan analisis dan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Sementara itu, kondisi banjir di Jakarta mulai menunjukkan perbaikan. Data dari BPBD DKI Jakarta mencatat, hingga Selasa pagi, sisa genangan air masih terpantau di 28 rukun tetangga (RT) dan enam ruas jalan dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter. Sebelumnya, pada malam 12 Januari, banjir sempat merendam hingga 63 RT dengan situasi membaik pada keesokan harinya.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengungkapkan bahwa walaupun keadaan genangan mulai surut, dampak masih terasa pada infrastruktur jalan di beberapa titik. Dengan langkah antisipatif ini, diharapkan Jakarta dapat lebih siap menghadapi cuaca ekstrem yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.