Monotoneminimal.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melaporkan tren positif dalam pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan dari upaya pembangunan infrastruktur jalan di daerah pedesaan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan konektivitas antarwilayah, sehingga mempermudah mobilitas warga.
Gubernur Banten, Andra Soni, mengungkapkan bahwa pembukaan akses desa melalui program jalan desa sejahtera, yang dikenal dengan nama Bang Andra, merupakan strategi penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, meskipun Dana Desa berperan, banyak tantangan yang hanya bisa diatasi melalui intervensi pemerintah daerah.
Sepanjang tahun 2025, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banten telah menyelesaikan pembangunan 62 ruas jalan dan satu jembatan dengan total panjang 71 kilometer, memanfaatkan anggaran sekitar Rp184 miliar. Proyek ini berlanjut pada tahun 2026 dengan alokasi Rp164 miliar untuk 33 ruas jalan yang akan diperbaiki, mencakup total 46,71 kilometer di enam kabupaten dan kota.
Kepala DPUPR Banten, Arlan Marzan, menjelaskan bahwa lokasi jalan yang dikerjakan berdasarkan usulan dari pemerintah desa setelah melalui survei kelayakan. Kriteria penentuan utamanya adalah untuk memperlancar akses kepada layanan penting, termasuk pendidikan dan kesehatan.
Ketersediaan infrastruktur yang baik telah berkontribusi signifikan terhadap makroekonomi daerah. Data statistik menunjukkan pertumbuhan ekonomi Banten mencapai 5,64 persen pada triwulan I 2026, berkat kelancaran logistik dan distribusi hasil pertanian yang meningkat. Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) juga mengalami kemajuan, mencapai 111,81 persen, yang menandakan peningkatan daya beli petani.
Andra Soni menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun Banten agar pertumbuhan ekonomi dan investasi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/IMG-20260613-WA0007_1.jpg)