Monotoneminimal.com – Kelompok Houthi, yang berafiliasi dengan Iran, telah memanfaatkan teknologi satelit Rusia untuk melancarkan serangan terhadap infrastruktur penting di Arab Saudi. Investigasi oleh AURORAH GeoSignal Intelligence, sebuah perusahaan intelijen geospasial, menunjukkan bahwa satelit-satelit Rusia telah memantau lokasi-lokasi target sebelum dan sesudah serangan dilakukan. Permusuhan antara Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung Saudi telah meningkat sejak Juli 2023, terutama setelah kelompok tersebut berhasil menguasai pesisir Laut Merah Yaman pada September lalu.
Satu serangan terbaru terjadi bulan lalu, ketika Houthi menargetkan stasiun pompa di jalur pipa minyak Timur-Barat, yang merupakan jalur penyambungan krusial bagi Arab Saudi. Analisis dari AURORAH mengungkapkan bahwa data dari satelit Rusia digunakan untuk mengumpulkan intelijen mengenai jalur pipa tersebut sebelum serangan dilancarkan.
Dukungan Rusia bagi Houthi menjadi pertanyaan penting dalam konteks ketidakmampuan Arab Saudi—negara kuat di kawasan Teluk yang didukung oleh Amerika Serikat—untuk mengendalikan kelompok pemberontak ini. Pernyataan Nawaf Obaid, pendiri AURORAH, menegaskan bahwa integrasi kemampuan intelijen satelit Rusia menunjukkan koordinasi yang efektif dalam mendukung operasi Houthi.
Obaid mencatat bahwa sistem-sistem intelijen yang digunakan termasuk satelit pemetaan militer Bars-M, serta satelit intelijen elektronik dan maritim lainnya. Ia menekankan bahwa intelijen geospasial dan sinyal militer Rusia memberikan kontribusi signifikan terhadap arsitektur intelijen yang dipimpin oleh Iran, yang pada gilirannya memperkuat posisi Houthi di Yaman.
Situasi ini semakin memperburuk ketegangan di pasar energi global menjelang lanjutan konflik antara Houthi dan pemerintah Yaman.