Monotoneminimal.com – Danantara Development Management Fund (DDMF) menegaskan pentingnya investasi strategis yang tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial, tetapi juga pada ketahanan ekonomi jangka panjang. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di Jakarta, Managing Director DDMF, M. Rachmat Kaimuddin, menjelaskan bahwa penilaian terhadap investasi pembangunan harus mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan.
Rachmat menyebutkan bahwa ukuran keberhasilan investasi harus mencakup peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan inovasi industri, serta pemerataan manfaat di seluruh wilayah. Hal ini mengingat kompleksitas kebutuhan pembiayaan pembangunan yang semakin meningkat di Indonesia.
DDMF memiliki mandat untuk mengelola Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berdampak jangka panjang. Rachmat menekankan pentingnya menciptakan kerangka pengukuran yang konsisten untuk menerjemahkan manfaat investasi tersebut menjadi keputusan yang bertanggung jawab. DDMF berperan sebagai penghubung antara sektor publik dan swasta, termasuk BUMN dan investor institusional, untuk mendukung pembangunan nasional dengan pembiayaan jangka panjang.
Saat ini, DDMF sedang mengembangkan Danantara Dynamic Modelling Framework, yang bertujuan untuk menganalisis dampak investasi dari waktu ke waktu, mengukur pengaruhnya terhadap berbagai aspek ekonomi, termasuk pendapatan nasional dan penciptaan lapangan kerja. Rachmat menyoroti bahwa investasi harus dipandang tidak hanya dari hasil ekonomi langsung, tetapi juga dari kemampuan baru yang dapat dihasilkan setelah proyek dilaksanakan.
Dengan pendekatan yang komprehensif ini, DDMF berharap dapat memastikan setiap rupiah yang diinvestasikan dapat memberikan manfaat yang signifikan dan terukur bagi masyarakat dan ekonomi Indonesia.