Monotoneminimal.com – Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengungkapkan bahwa Iran berpotensi mengalami kebangkrutan setelah ekspor minyaknya terhenti sejak akhir Agustus 2026. Penutupan ini disebabkan oleh tekanan ekonomi yang semakin meningkat dan sanksi yang diterapkan oleh Washington. Masalah tersebut dinilai telah mulai mengganggu perekonomian Iran, meskipun pemerintah Teheran membantah adanya tanda-tanda kehancuran ekonomi.
Bessent memberikan penjelasan lebih lanjut dalam wawancaranya dengan 2Way TV, di mana ia menyatakan, “Kami tidak melihat adanya pemuatan minyak di fasilitas minyak Iran di Pulau Kharg sejak Agustus. Saat ini, Iran tidak memiliki minyak yang sedang dalam pengiriman.” Hal ini menyoroti dampak dari kebijakan luar negeri AS yang bertujuan untuk menekan pendapatan minyak Iran yang krusial.
Menteri Keuangan AS tersebut juga membandingkan situasi ekonomi Iran dengan kondisi perusahaan yang berada di ambang kebangkrutan. Dia memperkirakan bahwa Iran dapat mengalami penurunan ekonomi yang signifikan dalam waktu dekat, antara empat hingga delapan pekan ke depan. Namun, Bessent tidak memberikan konfirmasi tentang kapan tepatnya dampak dari sanksi ini akan mencapai puncaknya.
Kondisi ini semakin memperlihatkan tantangan yang dihadapi oleh pemerintah Iran, terutama di tengah berbagai sanksi internasional yang mendorong para ekonom untuk mempertimbangkan masa depan kemampuan ekonomi negara tersebut. Ketidakpastian yang ada menciptakan kekhawatiran akan stabilitas ekonomi di kawasan tersebut, yang dapat berimplikasi lebih lanjut bagi kebijakan luar negeri dan hubungan internasional Iran di masa depan.