Monotoneminimal.com – Operasi water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, semakin intensif dilakukan oleh pemerintah. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa pada hari Minggu, ada 26 tindakan water bombing yang dilakukan di kawasan Sungai Perlu dan Teluk Rengas, setelah sebelumnya dilaporkan terdapat 16 tindakan serupa.
Menurut Menhut, terdapat enam helikopter water bombing yang telah disiapkan untuk operasi di Kalimantan Tengah; namun, beberapa dari helikopter tersebut terhambat beroperasi akibat terbatasnya jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut. Sementara itu, di Kuala Pembuang, Bandara yang memiliki jarak pandang lebih baik, satu helikopter milik Sinar Mas berhasil beroperasi setelah koordinasi yang matang dilakukan.
Upaya penanggulangan terus ditingkatkan dengan kedatangan tambahan helikopter water bombing dari TNI AU dan Kementerian Kehutanan, yang kini berada di Kuala Pembuang. “Segala daya upaya terus diikhtiarkan, termasuk memperkuat pasukan darat,” tegas Raja Antoni.
Disamping itu, Direktur Konservasi Kawasan Kemenhut, Sapto Aji Prabowo, menjelaskan bahwa pemadaman di wilayah Pesalat dan Teluk Pulai dilakukan melalui darat dengan peralatan yang memadai seperti pompa air. Tim terintegrasi dari TNTP, Manggala Agni, TNI, Polri, dan relawan mendukung upaya tersebut, menggunakan sumber air dari sungai dan sumur bor untuk memaksimalkan proses pemadaman.
Pemerintah menunjukkan komitmennya untuk mengatasi karhutla dengan tindakan yang terkoordinasi dan berkelanjutan guna melindungi lingkungan dan masyarakat setempat.