Monotoneminimal.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan signifikan pada Rabu sore, ditutup dengan angka 6.146,76 atau turun 46,21 poin, setara 0,75 persen. Penurunan ini sejalan dengan tren bearish yang terlihat di bursa saham Asia.
Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment di Pilarmas Investindo Sekuritas, faktor utama yang mempengaruhi IHSG adalah lonjakan harga minyak yang terjadi akibat ancaman berkelanjutan terhadap pasokan energi dari Timur Tengah. Kenaikan ini memunculkan kekhawatiran baru terkait inflasi dan kemungkinan peningkatan suku bunga.
Di sisi internasional, pasar juga tengah menantikan risalah terbaru dari rapat The Federal Reserve (The Fed) serta pernyataan dari pejabat bank sentral Amerika Serikat. Sementara itu, dari dalam negeri, cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan menjadi 146,3 miliar dolar AS pada September 2026, dari 146,5 miliar dolar AS bulan lalu. Penurunan ini utamanya disebabkan oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah dan pembayaran utang luar negeri.
Meskipun mengalami penurunan, cadangan devisa tetap berada dalam posisi kuat, cukup untuk membiayai 5,3 bulan impor, yang jauh di atas standar internasional yang umumnya di sekitar tiga bulan. Pelaksanaan perdagangan saham menunjukkan 1,53 juta transaksi dengan volume 47,78 miliar lembar saham, menyisakan 280 saham mengalami kenaikan, sedangkan 390 saham lainnya mengalami penurunan.
Dari 11 sektor yang tercatat, sektor keuangan muncul sebagai satu-satunya yang menunjukkan penguatan dengan kenaikan sebesar 0,04 persen. Sebaliknya, sektor energi mengalami penurunan paling dalam, turun sebesar 1,48 persen. Indeks bursa Asia lainnya juga mencatat pelemahan, dengan Nikkei dan Kospi masing-masing turun 0,76 persen dan 1,98 persen.