Monotoneminimal.com – Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Jembrana diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan nelayan di Bali. Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan keyakinannya saat menghadiri peletakan batu pertama proyek tersebut bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.
Dalam keterangan resminya, Koster menilai proyek ini sebagai salah satu yang paling penting, berpotensi menjadi pelabuhan perikanan nasional terbesar di Indonesia. Ia menyebutkan, “Program ini akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama para nelayan di Bali.”
PPN Pengambengan direncanakan menjadi pusat aktivitas perikanan terpadu, mencakup berbagai aspek mulai dari pelayanan kapal hingga pemasaran hasil tangkapan. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang kompetitif dan berbasis kelautan, sebagai bagian dari reformasi ekonomi Bali yang tidak hanya bergantung pada sektor pariwisata.
Menteri Trenggono menambahkan bahwa PPN Pengambengan adalah pelabuhan perikanan nasional kedua setelah PPN Kejawanan di Cirebon, dengan nilai investasi mencapai Rp1,2 triliun. Proyek ini akan memanfaatkan potensi sumber daya perikanan yang ada di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 718.
Menurut rencana, pengembangan pelabuhan ini akan selesai pada akhir 2028 atau awal 2029. Pengembangan ini diharapkan dapat menjadikan PPN Pengambengan sebagai lokasi pemasaran hasil perikanan berkualitas tinggi, bahkan untuk ekspor. Pihak pemerintah dan masyarakat Bali mengharapkan akselerasi tersebut membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan nelayan dan perekonomian lokal.