Monotoneminimal.com – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) berkomitmen untuk meningkatkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada Tahun Anggaran 2026. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyampaikan bahwa dalam tiga bulan terakhir tahun 2026, pihaknya akan memfokuskan usaha melalui kolaborasi berbagai pihak. Saat ini, penyaluran FLPP telah mencapai 160.070 unit, yang terdiri dari 160.053 unit rumah tapak dan 17 unit rumah susun.
Dalam keterangan pers di Jakarta pada hari Senin, Heru mengungkapkan bahwa terdapat potensi peminatan sebanyak 48.679 unit, yang jika terwujud, total capaian dapat mencapai 208.749 unit. BP Tapera juga telah memetakan ketersediaan hunian dan peminatan melalui data dari pelaku bisnis, sehingga masih terdapat surplus dari ketersediaan tersebut.
Selain strategi tersebut, BP Tapera juga berfokus pada calon debitur dari kalangan pegawai negeri sipil, pekerja swasta, dan buruh yang memiliki pendapatan tetap, karena dinilai memiliki peluang lebih besar untuk lolos verifikasi di perbankan. Dengan memanfaatkan data lokasi yang berpotensi, serta komitmen pendanaan dari bank penyalur, BP Tapera bertekad untuk memaksimalkan penyaluran dalam waktu tiga bulan yang tersisa.
Heru juga menyoroti pentingnya kolaborasi data yang lebih erat antara pengembang, bank penyalur, dan informasi yang diolah oleh BP Tapera untuk mengurangi kesenjangan dan meningkatkan realisasi. Melihat capaian FLPP dibandingkan tahun lalu, Heru menambahkan bahwa pertumbuhan tahun ini menunjukkan kemajuan, meskipun ada faktor keterbatasan kuota yang mempengaruhi realisasi tahun sebelumnya.