Monotoneminimal.com – Kopi Tombo, yang dikenal sebagai “Emas Hitam,” kini berupaya bangkit kembali setelah lama meredup. Terletak di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kopi ini mengecap kejayaan sejak era kolonial Belanda namun mengalami penurunan drastis akibat perubahan kebijakan dan peralihan komoditas. Saat produksi pada dekade 1990-an mencapai 100 ton, kini masyarakat setempat berinisiatif untuk mengembalikan kejayaan kopi Tombo dengan pendekatan ramah lingkungan.
Sejak awal 2000-an, lahan perkebunan kopi banyak diubah menjadi perkebunan teh, mengakibatkan hilangnya jejak ekspor kopi Tombo. Meskipun demikian, tradisi mengolah kopi tidak sepenuhnya lenyap. Para petani lokal, yang mewarisi pengetahuan dari era sebelumnya, tetap merawat tanaman kopi di pekarangan mereka. Hal ini menjadi fondasi bagi kebangkitan kopi Tombo.
Di tengah upaya revitalisasi ini, berbagai pihak, termasuk Pemerintah Desa Tombo dan PT Bhimasena Power Indonesia, berkolaborasi untuk mengadakan program bimbingan teknis serta penanaman bibit kopi Arabika. Pada Selasa, 11 Agustus, pelatihan untuk meningkatkan pemahaman petani tentang teknik budidaya kopi dilaksanakan. Kepala Desa Tombo, Mustajab, mengungkapkan antusiasme para petani untuk belajar dan mengembangkan kopi Arabika.
Sebanyak 5.400 bibit kopi Arabika telah disiapkan untuk dibagikan kepada 13 petani. Proses penanaman diharapkan dilakukan di lahan milik petani yang tidak merusak hutan, dengan pilihan kopi sebagai tanaman bernilai ekonomi tinggi dan ekologis.
Ke depan, pengembangan kopi Tombo tidak hanya bertujuan mengembalikan kejayaan masa lalu, tetapi juga menyediakan alternatif diversifikasi varietas, guna meningkatkan nilai ekonomi dan keberlanjutan lingkungan bagi masyarakat setempat.