Monotoneminimal.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berinisiatif untuk memberdayakan usaha ultramikro perempuan di pesisir Kabupaten Gresik, Jawa Timur, melalui program hilirisasi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah hasil laut yang dihasilkan oleh masyarakat setempat.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menjelaskan bahwa pembiayaan yang diberikan merupakan langkah awal untuk memperkuat usaha masyarakat. Namun, untuk mencapai nilai ekonomi yang lebih besar, peningkatan kapasitas usaha juga dibutuhkan. Ia menegaskan, “Perubahan tersebut dapat terlihat dari usaha yang tumbuh, pendapatan keluarga yang meningkat, serta kesempatan pendidikan yang lebih baik untuk anak-anak.”
Program pemberdayaan ini mencakup akses pembiayaan, pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk hingga perluasan pasar agar pelaku usaha tidak terjebak dalam skala ekonomi subsisten. Salah satu lokasi yang terlibat adalah Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, yang bergantung pada sektor perikanan dan perdagangan hasil laut.
Keberhasilan program tidak hanya terukur dari jumlah pembiayaan yang diterima, tetapi juga dari meningkatnya produksi dan pendapatan keluarga. PNM berfokus pada klasterisasi usaha yang melibatkan peningkatan proses produksi, sertifikasi halal, dan penguatan merek.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mendukung pendekatan ini dan menyatakan bahwa pembiayaan harus disertai pendampingan agar usaha dapat lebih produktif. PNM juga meluncurkan program Ruang Pintar untuk mendukung pendidikan anak-anak nasabahnya.
Melalui usaha perempuan di Pulau Mengare, PNM menunjukkan bahwa penguatan ekonomi dapat dimulai dari unit terkecil, berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di kawasan pesisir.