Monotoneminimal.com – Baterai kendaraan listrik diperkirakan dapat bertahan hingga 20 tahun berkat kemajuan teknologi terkini. Daya tahan baterai telah menjadi salah satu tantangan utama dalam adopsi kendaraan listrik. Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa masa pakai baterai pada model-model terbaru jauh lebih lama dari yang umum diperkirakan.
Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh The Wall Street Journal, teknologi kimia baterai, manajemen termal, dan sistem pendinginan yang lebih baik berkontribusi pada peningkatan ketahanan ini. Meskipun umumnya kendaraan listrik menawarkan biaya pemeliharaan yang lebih rendah dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar bensin, kekhawatiran mengenai masa pakai baterai tetap menjadi perhatian bagi calon konsumen.
Contoh yang relevan adalah Tesla Model 3 milik Richard Symons, yang telah beroperasi selama lima tahun dengan jarak tempuh lebih dari 247.000 mil atau sekitar 397.000 km. Meskipun sudah menempuh jarak yang sangat jauh, mobil ini masih dapat menempuh sekitar 260 mil atau 418 km dalam sekali pengisian daya. Hal ini menunjukkan bahwa performa baterai kendaraan listrik dapat melebihi ekspektasi pasar.
Analisis ini menunjukkan bahwa baterai kendaraan listrik modern bukan hanya lebih efisien, tetapi juga lebih tahan lama, yang berpotensi mendorong lebih banyak orang untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan ini. Dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang, industri otomotif diharapkan dapat lebih meyakinkan konsumen mengenai keandalan dan daya tahan baterai kendaraan listrik.