Monotoneminimal.com – Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 digelar oleh Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 4-8 Agustus 2026, bertujuan memperkuat kedaulatan Rupiah di kawasan perbatasan. Kegiatan ini melibatkan Kementerian Pariwisata, Pemerintah Kabupaten Belu, dan berbagai pemangku kepentingan, dengan tema “Rupiah Berdaulat & Bergema di Beranda Negeri”.
Kepala Perwakilan BI NTT, Adidoyo Prakoso, mengungkapkan bahwa rangkaian acara termasuk Garuda Championship bagi pelajar dan berbagai edukasi mengenai Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. Pasar Murah dan bazar yang melibatkan 120 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal juga menjadi bagian dari festival ini. Selain itu, terdapat sesi hiburan yang diisi oleh Garuda Entertainment dan peresmian Pojok Literasi CBP Rupiah.
Adidoyo Prakoso menekankan bahwa penggunaan Rupiah di wilayah perbatasan bukan hanya alat pembayaran, tetapi juga simbol identitas bangsa yang harus dicintai dan digunakan dalam setiap transaksi. Pesan ini dinilai krusial mengingat tingginya aktivitas ekonomi dan mobilitas lintas negara di kawasan tersebut.
Nova Arisne, Kepala Biro Data dan Sistem Informasi Kementerian Pariwisata, berharap agar festival ini berkembang menjadi agenda unggulan yang mendukung kemajuan Kabupaten Belu. Bupati Belu, Willybrodus Lay, menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan acara tersebut.
Lebih dari 1.000 peserta menghadiri pembukaan festival ini. Pasar Murah menggunakan sistem pembayaran QRIS mencatat 420 transaksi, dan ada pameran produk berbahan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) serta Mobil Literamove untuk edukasi. Acara ditutup dengan penghargaan bagi para pemenang dan diharapkan dapat mendorong penggunaan Rupiah serta memperkuat ekonomi produktif di perbatasan.