Monotoneminimal.com – Jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,1 di Jepang meningkat menjadi 28 orang. Pemerintah Jepang mengumumkan angka terbaru ini pada Kamis, 30 Juli 2026, dua hari setelah terjadinya bencana yang mengguncang wilayah tersebut.
Gempa terjadi pada Selasa sore di Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, dan mencapai intensitas seismik level 7, yang merupakan tingkat tertinggi dalam skala intensitas gempa di Jepang. Guncangan dahsyat ini menyebabkan kerusakan struktural yang parah, memutus pasokan listrik, dan mengganggu layanan utilitas lainnya, termasuk operasi kereta api dan penerbangan.
Menurut juru bicara Pemerintah Jepang, Minoru Kihara, jumlah korban meninggal saat ini mencakup mereka yang penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan terkait dengan gempa. Tim penyelamat saat ini terus mencari sejumlah orang yang dilaporkan hilang, termasuk di mal Aeon di Kota Kashima, yang mengalami ledakan gas usai gempa dan mengakibatkan empat orang tewas. Tiga orang tambahan masih dinyatakan hilang di lokasi tersebut, sehingga meningkatkan upaya evakuasi ribuan pengunjung yang berada di mal saat kejadian.
Di pabrik kertas di Kota Yatsushiro, keruntuhan cerobong asap mengakibatkan lima orang tewas, sedangkan seorang pekerja magang asal Vietnam kehilangan nyawanya setelah tertimpa derek yang jatuh di pabrik lain. Insiden-insiden ini menggambarkan betapa luasnya dampak yang ditimbulkan oleh gempa di wilayah Kumamoto, dan menunjukkan tantangan besar yang dihadapi dalam proses pemulihan. Tim penyelamat terus berupaya untuk menavigasi situasi yang berkembang dengan harapan dapat menemukan korban selamat.