Monotoneminimal.com – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan PT Pertamina Power Indonesia telah menandatangani kesepakatan untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan biofuel nasional. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan dan energi yang menjadi fokus utama pemerintah. Menurut Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, kolaborasi antara kedua perusahaan BUMN ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan industri biofuel yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Abdul Ghani menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2026, yang menugaskan perusahaan untuk mendukung swasembada pangan dan energi melalui pengembangan sektor pertanian. Rencana kerja sama mencakup pembangunan ekosistem biofuel yang akan memanfaatkan kawasan budidaya singkong sebagai bahan baku untuk bioetanol serta reaktivasi fasilitas biodiesel milik PT Bayas Biofuels.
Salah satu proyek yang sedang dibahas adalah pengembangan kawasan budidaya singkong seluas 33.000 hektare di Kecamatan Kembang Janggut, Kalimantan Timur. Kawasan ini diharapkan mampu memasok bioetanol dengan kapasitas mencapai 300 kiloliter per hari, berkat akses logistik yang baik dan kondisi lahan yang mendukung praktik pertanian modern.
Direktur Utama PT Pertamina Power Indonesia, John Anis, juga mengungkapkan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini dan siap untuk menyusun studi kelayakan serta model bisnis yang diperlukan. Dengan sinergi ini, kedua perusahaan diharapkan dapat mempercepat pengembangan biofuel yang berkelanjutan, mendukung program ketahanan pangan, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.