Monotoneminimal.com – Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) diluncurkan untuk memastikan kelancaran rantai pasok pangan di Indonesia. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa inisiatif ini bertujuan menghubungkan wilayah sentra produksi dengan pasar secara efisien dan berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi waktu tempuh distribusi, menekan biaya transportasi, serta mengurangi risiko kerusakan hasil pertanian selama pengangkutan.
Menurut Dody, penerapan program ini wajib mempertimbangkan aspek geometrik agar kedua kendaraan roda empat dapat melewati jalan tersebut dengan aman. Kementerian PU juga telah menyelesaikan pengerjaan ruas jalan Lawe Kinga-Simpang Seberang di Aceh Tenggara sepanjang 4,8 kilometer sebagai bagian dari program tersebut.
Sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025, program IJD telah menunjukkan hasil yang signifikan bagi masyarakat. Data terbaru menunjukkan bahwa di Aceh, sebanyak 33 ruas jalan telah diperbaiki di 19 kabupaten/kota, dengan total panjang jalan yang ditingkatkan mencapai 118,73 kilometer. Pekerjaan ini difokuskan pada peningkatan struktural jalan agar lebih kuat dan tahan lama.
Beberapa ruas jalan yang mendapat prioritas antara lain Jalan Blang Seubel-Badegong di Kabupaten Simeulue, yang menghubungkan distribusi hasil bumi, serta Jalan 044 Lawe Kinga-Simpang Seberang di Aceh Tenggara, yang memperlancar akses logistik pertanian. Peningkatan konektivitas juga menjangkau kawasan strategis di Aceh, termasuk kepulauan, pesisir, dan pegunungan.
Dengan demikian, program IJD diharapkan tidak hanya meningkatkan transportasi hasil pangan, tetapi juga mendukung perekonomian lokal secara keseluruhan.