Monotoneminimal.com – Seorang pelaku yang diduga terlibat dalam serangan teror di festival Berlin Pride tewas setelah ditembak oleh polisi. Penembakan terjadi pada saat pelaku, yang diidentifikasi sebagai Abdul Ballout, berusaha menyerang petugas dengan pisau di wilayah Spandau, Berlin barat, pada hari Minggu. Insiden ini merupakan puncak dari pencarian intensif yang dilakukan pihak kepolisian sejak Sabtu malam.
Serangan tersebut dimulai dengan sebuah van putih yang menabrak kerumunan di Jalan Ahornsteig, kawasan Taman Tiergarten, sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Akibat insiden ini, seorang wanita tewas dan setidaknya 29 orang lainnya mengalami luka-luka, di mana aksi penabrakan tersebut diikuti dengan serangan pisau.
Menurut Menteri Dalam Negeri Jerman, Alexander Dobrindt, ada bukti yang mengarah pada dugaan serangan teror dengan motif Islamis. Dobrindt menyatakan bahwa pelaku memiliki catatan kriminal yang cukup panjang dan pernah terlibat dalam aktivitas yang mencurigakan.
Ballout, seorang warga negara Jerman keturunan Lebanon berusia 21 tahun, diketahui sempat mencoba bergabung dengan kelompok Islamic State (IS) di Suriah dan baru kembali ke Jerman pada November tahun lalu setelah menjalani hukuman di Libanon. Terakhir, ia dijatuhi hukuman penjara namun dengan keputusan yang ditangguhkan di bawah pengawasan.
Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menegaskan komitmennya untuk melawan radikalisasi dan meningkatkan ancaman keamanan nasional. Serangan tersebut menghancurkan suasana perayaan di Christopher Street Day, festival tahunan yang menarik ratusan ribu pengunjung. Komunitas LGBT menunjukkan solidaritas dengan mengadakan doa bersama di Gerbang Brandenburg, meski beberapa acara dibatalkan sebagai bentuk penghormatan.