IFG Pangkas 12 Entitas untuk Perkuat Tata Kelola Investasi BUMN

[original_title]

Monotoneminimal.com – Kepala BP BUMN dan COO Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa Indonesia Financial Group (IFG) telah melakukan pemangkasan terhadap 12 entitas sebagai bagian dari transformasi ekosistem BUMN. Dalam konfirmasi yang diterima, Dony menyatakan bahwa banyak masalah sebelumnya disebabkan oleh investasi yang tidak seimbang dengan kewajiban, yang meningkatkan risiko bagi perusahaan.

Pada Rabu, 22 Juli 2026, Dony mengadakan pertemuan dengan Direksi IFG untuk membahas percepatan program penyederhanaan (streamlining) dan penguatan tata kelola perusahaan. Dony menekankan bahwa keberhasilan transformasi tidak hanya diukur berdasarkan penyederhanaan struktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas pengelolaan investasi.

Diversifikasi portofolio menjadi sorotan Dony, yang mengingatkan akan ketidakseimbangan dalam penempatan investasi yang dapat memperbesar kesenjangan keuangan perusahaan. Ia menekankan bahwa pertumbuhan kewajiban yang tidak diimbangi oleh kinerja aset, terutama pada portofolio properti, berpotensi menyebabkan masalah lebih lanjut jika tidak segera ditangani.

Melalui program transformasi dan streamlining, IFG berupaya membangun sistem pengelolaan investasi yang lebih ketat, memperkuat manajemen risiko, serta memastikan pengembangan produk asuransi berdasarkan analisis yang sehat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keberlanjutan industri asuransi BUMN dan mencegah kesalahan investasi di masa depan.

Dalam sidang kabinet pada 20 Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto menjelaskan bahwa penghematan biaya dari penutupan dan penggabungan 250 BUMN dapat mencapai Rp50 triliun. Ia juga menargetkan sisa jumlah BUMN maksimal 350 hingga akhir 2026, dan jika terwujud, penghematan dapat mencapai sekitar Rp70 triliun hingga Rp80 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *