Monotoneminimal.com – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengambil peran strategis dalam mendukung kebutuhan masyarakat dengan menyediakan barang kebutuhan pokok melalui kemitraan dengan warung kelontong. Dalam pertemuan di Kantor Kementerian Koperasi, pengelola KDMP, Prima Shintalia, menyatakan bahwa koperasi berusaha memperkuat usaha lokal dengan menjalin kerja sama, bukan bersaing dengan pemilik warung.
KDMP berupaya memperoleh barang dengan harga yang kompetitif, di mana mereka berusaha membeli di bawah harga grosir. “Kami ingin agar warung kelontong bisa mendapatkan barang dari kami dengan harga yang lebih terjangkau,” ungkap Prima. Saat ini, koperasi telah menjual berbagai kebutuhan pokok, termasuk beras, minyak goreng, dan LPG 3 kilogram, dengan harga di bawah harga eceran tertinggi (HET).
Pengadaan barang sebagian besar masih bergantung pada badan usaha milik negara (BUMN) untuk kebutuhan beras dan minyak goreng. Namun, KDMP juga aktif mencari pasokan dari sumber lain demi mendapatkan harga yang lebih baik. “Kami berharap bisa menjalin kemitraan dengan BUMDes dan kelompok usaha masyarakat lainnya,” tambah Prima.
Selanjutnya, KDMP Tamanmartani telah menjadi pemasok bagi lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis. Selain makanan, mereka juga memasok perlengkapan operasional seperti sabun cuci dan sarung tangan. Sejak beroperasi pada Juli 2025, KDMP kini memiliki 1.121 anggota dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp56,77 miliar pada pertengahan Juli 2026. Pencegahan ketergantungan terhadap satu sumber pasokan menjadi salah satu strategi koperasi ini untuk memastikan ketersediaan barang bagi masyarakat.