Monotoneminimal.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami peningkatan signifikan pada Jumat pagi, menguat sebanyak 61,61 poin atau 1,07 persen, sehingga mencapai level 5.806,17. Kenaikan ini sejalan dengan tren positif yang terlihat di bursa saham Asia dan global. Indeks LQ45, yang mencerminkan 45 saham unggulan, juga mencatat kenaikan 6,97 poin atau 1,23 persen, berada di posisi 572,46.
Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas, menjelaskan bahwa meskipun IHSG menunjukkan penguatan, risiko pelemahan masih ada jika indeks tidak berhasil menembus level 5.762 hingga 5.853. Jika berhasil menembus 5.762 dan berlanjut di atas 5.853, IHSG diperkirakan dapat menguji resistance di level 5.904 hingga mendekati area psikologis 6.000.
Dari sisi internasional, penguatan bursa dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, setelah kemajuan dalam pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi ini berkontribusi pada stabilitas pasokan energi dunia dan memperbaiki ekspektasi inflasi. Selain itu, Ketua The Fed, Kevin Warsh, menyampaikan bahwa risiko inflasi mulai mereda, yang memberikan ruang bagi kebijakan moneter tetap stabil.
Sementara itu, dalam negeri, DPR dan pemerintah telah menetapkan kerangka awal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, dengan target pendapatan negara sebesar 12,01-12,40 persen dari PDB. Diharapkan, pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,8-6,5 persen dengan inflasi dalam kisaran 1,5-3,5 persen.
Di bursa global, bursa Eropa dan Wall Street juga menunjukkan tren positif dalam perdagangan sebelumnya. Hasil ini menunjukkan optimisme bagi investor menjelang akhir pekan.