Monotoneminimal.com – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan inovasi SAPA UMKM. Platform ini dirancang untuk memudahkan akses pelaku UMKM terhadap berbagai program strategis pemerintah, termasuk pelatihan, sertifikasi produk, pembiayaan, investasi, serta perluasan pasar.
Pada acara Program Kota Masa Depan UMKM di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil, Yogia Prihartiny, menjelaskan bahwa SAPA UMKM merupakan layanan informasi penting bagi pelaku usaha. Melalui platform ini, mereka dapat mengakses program peningkatan kapasitas, baik sumber daya manusia maupun kewirausahaan. Ini mencakup pelatihan, pendampingan usaha, literasi digital, serta pengembangan kompetensi manajerial yang diperlukan untuk memperkuat daya saing mereka.
Yogia juga menekankan pentingnya akses terhadap layanan sertifikasi dan standardisasi produk yang dapat membantu UMKM meningkatkan kualitas produk serta daya saing di pasar domestik maupun internasional. Selain itu, SAPA UMKM menyediakan informasi mengenai pembiayaan dan investasi yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat permodalan dan produktivitas usaha.
Pentolan Kementerian UMKM menegaskan bahwa penguatan kemitraan dan rantai pasok sangat krusial. Ini membuka kesempatan kerja sama yang lebih luas dengan berbagai pihak dalam ekosistem usaha. Platform ini diharapkan juga mendukung perluasan akses pasar, baik di dalam negeri maupun global, sehingga produk lokal dapat lebih mudah menjangkau konsumen.
Dalam mendukung pengembangan UMKM, Kementerian UMKM akan terus bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, organisasi non-pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat. Yogia berharap pelaku usaha dapat memanfaatkan SAPA UMKM secara optimal untuk meningkatkan kapasitas, daya saing, dan kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional.