Monotoneminimal.com – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus berkontribusi pada program transisi energi. Komitmen ini diungkapkan oleh Direktur Manajemen Risiko PHE, Whisnu Bahriansyah, dalam kunjungannya ke booth PHE dalam acara The 50th IPA Convention and Exhibition yang berlangsung di Tangerang, Banten, pada Rabu (20/5/2026).
Whisnu menjelaskan bahwa PHE, yang berperan sebagai tulang punggung sektor hulu migas nasional, menyuplai 65 persen produksi minyak dan 37 persen produksi gas nasional. Selama tahun 2025, PHE mencatatkan produksi minyak sebesar 556 ribu barel per hari dan gas mencapai 2,75 miliar standar kaki kubik per hari. PHE mengoperasikan 27 persen blok migas di wilayah Indonesia, dengan kegiatan operasional yang melibatkan ratusan pengeboran sumur dan kegiatan pemeliharaan.
Strategi yang diterapkan oleh PHE bertujuan untuk mencapai pertumbuhan seimbang antara bisnis migas inti dan pengembangan bisnis rendah karbon. Dalam upaya ini, PHE telah memperkuat inisiatif keberlanjutan melalui lebih dari 800 program Corporate Social Responsibility (CSR) dan target pengurangan emisi karbon yang signifikan.
Hingga tahun 2030, PHE merencanakan kapasitas penyimpanan karbon mencapai 7,3 gigaton melalui proyek-proyek inovatif seperti carbon capture and storage (CCS). Ke depan, PHE juga akan mengembangkan sejumlah proyek strategis, termasuk eksplorasi di blok Lavender dan pengembangan migas nonkonvensional di Wilayah Kerja Rokan.
Acara IPA Convex 2026 tidak hanya menunjukkan pencapaian PHE dalam sektor migas, tetapi juga menarik perhatian pengunjung dengan informasi tentang inovasi dan keberlanjutan yang dijalankan perusahaan. Penegasan komitmen PHE ini diharapkan dapat mendukung ketahanan energi di Indonesia dan membawa dampak positif bagi masyarakat.