Monotoneminimal.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami kenaikan yang signifikan pada penutupan perdagangan Senin sore, seiring dengan penguatan bursa regional Asia. IHSG ditutup naik 44,30 poin atau 0,72 persen, berada di level 6.206,35. Sementara itu, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga menunjukkan pergerakan positif dengan kenaikan 10,77 poin atau 1,74 persen, mencapai 631,21.
Kondisi ini dipengaruhi oleh optimisme pasar global terkait kemungkinan kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menegaskan bahwa geliat bursa regional yang positif menciptakan sentimen yang baik di pasar, terkait dengan harapan pemulihan kondisi ekonomi dunia.
Dari informasi terbaru, pejabat AS mengindikasikan bahwa kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz hampir tercapai, meski pembicaraan masih berlangsung. Jika kesepakatan ini terwujud, hal ini diprediksi akan berpengaruh positif terhadap pasokan minyak global dan stabilitas ekonomi di kawasan Timur Tengah.
Namun, meski optimisme tersebut ada, IHSG tetap menghadapi tantangan dari faktor domestik, seperti fluktuasi kurs Rupiah dan laporan Bank Indonesia terkait Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang mencatat defisit $9,15 miliar pada kuartal I 2026. Defisit ini lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, menimbulkan kekhawatiran terhadap ketahanan ekonomi Indonesia.
Dalam pergerakan hari ini, tujuh sektor mengalami kenaikan, dengan sektor transportasi dan logistik mencapai 4,20 persen. Namun, empat sektor mengalami penurunan, termasuk sektor energi yang turun 1,94 persen. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.065.076 transaksi, dengan 470 saham menguat, 236 melemah, dan 114 tidak bergerak pada levelnya.