Monotoneminimal.com – Pemerintah Jepang berencana mengurangi konsumsi gas alam cair (LNG) dan meningkatkan produksi listrik dari pembangkit berbahan bakar batu bara. Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Ryosei Akazawa, mengumumkan pada Selasa, 7 April, bahwa keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan energi menyusul lonjakan harga energi global.
Dalam pernyataannya, Akazawa menjelaskan, “Untuk memastikan pasokan energi yang stabil, kami mengurangi penggunaan LNG dan memaksimalkan produksi listrik dari pembangkit berbahan bakar batu bara.” Sebagai langkah darurat, Jepang tidak akan memberlakukan pembatasan terhadap pembangkit listrik batu bara yang kurang efisien hingga 2026, yang diperkirakan akan meningkatkan ketergantungan pada sumber energi tersebut.
Meskipun penggunaan batu bara menghasilkan emisi karbon dioksida yang lebih tinggi dibandingkan sumber energi lainnya, Akazawa menyatakan bahwa batu bara tetap penting untuk menjaga ketahanan energi nasional, terutama karena Jepang tidak bergantung pada pasokan dari Timur Tengah.
Kenaikan harga energi sebagian dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah setelah serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang menyebabkan kerusakan signifikan dan menghilangkan nyawa warga sipil. Konflik ini turut mengganggu pengiriman energi melalui Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pasokan minyak dan LNG global. Dampaknya, harga bahan bakar meningkat di berbagai negara, mendorong Jepang untuk memperkuat strategi energi dalam menghadapi tantangan yang ada.