Monotoneminimal.com – Tiga personel asal Indonesia yang bertugas dalam misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon mengalami cedera akibat ledakan di fasilitas PBB dekat El Adeisse, pada Jumat sore, 3 April. Menurut juru bicara United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Kandice Ardiel, kejadian ini melibatkan tiga anggota pasukan perdamaian, di mana dua di antaranya mengalami luka serius.
Ledakan tersebut terjadi di area yang merupakan lokasi tugas pasukan penjaga perdamaian, dan ketiga personel tersebut telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Hingga kini, penyebab dari ledakan masih belum diketahui, dan pihak UNIFIL menyatakan bahwa penyelidikan mengenai insiden tersebut sedang berlangsung.
Untuk lebih memahami situasi terkini, UNIFIL menyebut pekan ini sebagai waktu yang penuh tantangan bagi pasukan penjaga perdamaian di wilayah Lebanon selatan. Organisasi ini juga mengingatkan semua pihak untuk memastikan keselamatan personel PBB serta menghindari aktivitas tempur di sekitar area misi yang dapat membahayakan.
Insiden ini menambah duka bagi Indonesia, yang sebelumnya kehilangan tiga prajurit TNI. Pada 29 Maret, Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat tembakan artileri, diikuti oleh kematian Kapten Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan pada 30 Maret, saat konvoi yang mereka kawal diserang.
UNIFIL menyampaikan harapan agar semua personel yang terluka dapat segera pulih, di tengah meningkatnya ketegangan dan eskalasi keamanan di wilayah operasi mereka. Proses penyelidikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa diharapkan dapat mengungkap akar permasalahan dari serangkaian insiden yang terjadi.