Monotoneminimal.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan pada Kamis pagi, dengan pelaku pasar menunggu kepastian dari pidato Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai konflik antara AS dan Iran. IHSG tercatat turun 31,33 poin atau 0,44 persen, berada di level 7.153,11. Indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga melemah, turun 1,32 poin atau 0,18 persen menjadi 725,47.
Menurut Liza Camelia Suryanata, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, fokus pasar saat ini beralih pada pidato Trump yang diprediksi dapat mempengaruhi arah pergerakan pasar selanjutnya. Sentimen global menunjukkan perubahan dari peningkatan ketegangan menuju de-eskalasi, terutama setelah pernyataan AS yang menyebutkan bahwa tujuan utama mereka terhadap Iran telah tercapai. Ini membuka peluang bagi AS untuk menarik diri dalam dua hingga tiga minggu ke depan tanpa mengharuskan kesepakatan formal.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dikabarkan menyatakan kesediaannya untuk menyelesaikan konflik dengan beberapa syarat, termasuk pengakuan hak Iran dan jaminan internasional atas agresi di masa depan. Meskipun situasi menunjukkan tanda-tanda mereda, ketidakpastian masih tinggi terkait kebijakan AS, terutama mengenai status Selat Hormuz yang masih membatasi lalu lintas tanker minyak.
Data ekonomi domestik menunjukkan bahwa Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar 1,28 miliar dolar AS pada Februari 2026, meskipun pertumbuhan ekspor melambat menjadi 1,01 persen dibandingkan tahun lalu. Inflasi juga menunjukkan penurunan, berada di level 3,48 persen (yoy), didorong oleh normalisasi harga pangan.
Bursa Asia pagi ini menunjukkan mayoritas indeks mengalami penurunan, dengan indeks Nikkei berkurang 991,68 poin atau 1,85 persen, menunjukkan dampak dari perkembangan di pasar global.