Monotoneminimal.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah berpotensi meningkatkan dampak negatif pada perekonomian Indonesia, termasuk Jakarta. Dalam sebuah acara buka puasa yang berlangsung di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Pramono mengungkapkan bahwa ketidakstabilan di kawasan tersebut dapat mengganggu rantai pasok barang dan menyebabkan kenaikan harga barang serta jasa.
Pramono menjelaskan bahwa dampak dari situasi ini akan memperberat tekanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia. “Harga minyak dunia saat ini menunjukkan tren kenaikan yang sangat signifikan, dan situasi perang antara Iran dengan Amerika-Israel bisa membuat Jakarta harus bersatu dan saling mendukung,” ujarnya.
Dia juga mengingatkan jajarannya serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menjaga kebersamaan dalam menghadapi tantangan ekonomi yang mungkin timbul akibat konflik ini. “Gotong royong dan saling percaya adalah kunci bagaimana kita menghadapi situasi ini dengan baik,” tambah Pramono.
Di tengah ancaman krisis, Pramono memerintahkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mempersiapkan langkah antisipasi. Ia menggarisbawahi pentingnya kesiapan menghadapi kemungkinan kekurangan produk tertentu akibat gangguan pada rantai pasok.
Salah satu langkah awal yang telah diambil adalah dengan menerima impor daging sapi dari Australia, yang diharapkan dapat menstabilkan harga daging sapi di Ibu Kota. Pramono berharap bahwa kebijakan tersebut dapat mencegah lonjakan harga, bahkan dalam keadaan genting sekalipun. “Hingga saat ini, harga daging masih stabil,” pungkasnya.