Monotoneminimal.com – Tantangan pendidikan di era disrupsi teknologi menjadi sorotan penting. Generasi saat ini dinilai mandiri secara digital, tetapi memiliki kerentanan dalam aspek sosial dan emosional. Hal ini diungkapkan oleh Muhammad Ichsan, Ketua Yayasan Pendidikan dan Pemberdayaan Umat (YPPU) Nurul Fikri, dalam sebuah keterangan yang diterbitkan pada Rabu, 11 Februari 2026.
Menurut Ichsan, pendidikan saat ini tidak hanya bertujuan mengajarkan informasi, tetapi juga memahami alasan dan cara berpikir kritis. Ia menekankan pentingnya pendekatan pendidikan yang lebih personal, di mana nilai akhlak tetap dijadikan fondasi utama. “Kita perlu mendidik generasi yang tidak hanya mandiri secara digital, tetapi juga kuat secara sosial-emotional,” ujarnya.
Dalam rangka memperingati 32 tahun kiprah Nurul Fikri, organisasi ini menggelar acara Fun Walk untuk memperkuat rasa kebersamaan di antara para anggotanya. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD) Margonda, Depok, pada Minggu, 8 Februari 2026, diikuti oleh sekitar 700 peserta dari berbagai lapisan keluarga besar Nurul Fikri.
Ichsan menjelaskan bahwa dalam acara tersebut, semua peserta bergerak tanpa adanya sekat jabatan, menekankan egalitarianisme serta pentingnya kesehatan fisik dalam mendukung ketahanan mental. Melalui Fun Walk ini, Nurul Fikri berupaya menanamkan nilai resiliensi, harmoni dalam keberagaman, dan kesadaran terhadap lingkungan. Rute acara dimulai dari Pesona Square dan berakhir kembali di lokasi yang sama, melambangkan gerakan konsisten menuju kemajuan dalam konteks pendidikan berkelanjutan.