Monotoneminimal.com – SKK Migas berupaya mencapai target lifting minyak sebanyak 610.000 barel per hari pada tahun 2026 dengan meningkatkan kegiatan eksplorasi. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap penurunan produksi alamiah yang signifikan, yang diperkirakan mencapai antara 3,9% hingga 4,5% di lapangan-lapangan tua. Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus, mengungkapkan pentingnya memaksimalkan potensi 39 sumur minyak untuk menahan penurunan tersebut.
Dalam diskusi daring yang berlangsung pada Rabu, 4 Januari 2026, Rikky menekankan bahwa kegiatan eksplorasi yang masif sangat penting untuk mengatasi tantangan produksi. Pihaknya menargetkan pemanfaatan baik sumur baru maupun yang sudah ada di beberapa wilayah, termasuk Sumatera, lepas pantai Natuna, Laut Arafura, dan Jawa. “Kami berharap lima kegiatan yang direncanakan bisa mendatangkan hasil positif dan menemukan potensi signifikan yang bisa dianggap sebagai big fish atau giant discovery,” imbuhnya.
Dari sudut pandang strategis, upaya ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam industri migas. Rencana ini juga mencerminkan komitmen SKK Migas untuk menjaga dan meningkatkan produksi minyak nasional, yang menjadi salah satu pilar penting dalam menggairahkan perekonomian negara. Keberhasilan strategi ini akan bergantung pada implementasi yang efektif serta kerjasama dengan berbagai pihak terkait di sektor hulu migas.
Dengan evolusi dalam pendekatan eksplorasi ini, SKK Migas berharap dapat mengatasi tantangan yang ada dan memenuhi target produksi yang ambisius, menjaga keberlanjutan sumber daya energi bagi masa depan Indonesia.