Monotoneminimal.com – Eksperimen MACE, yang diluncurkan oleh tim internasional yang dipimpin ilmuwan dari Universitas Sun Yat-sen dan Institut Fisika Modern dari Chinese Academy of Sciences, bertujuan untuk mendeteksi perubahan muonium menjadi antimuonium. Proyek ini menjanjikan penemuan signifikan dalam fisika partikel yang bisa meruntuhkan hukum lepton flavor conservation, yang selama ini menjadi dasar pemahaman ilmiah.
Momen langka ketika muonium, yang merupakan kombinasi dari muon positif dan elektron, berubah menjadi antimuonium merupakan fokus utama eksperimen ini. Jika berhasil, temuan ini akan memberi bukti adanya fenomena baru di luar Model Standar fisika partikel.
Upaya sebelumnya dalam mencari efek ini dilaksanakan lebih dari dua dekade lalu di Paul Scherrer Institute, Swiss, dan MACE berencana untuk meningkatkan sensitivitas deteksi lebih dari seratus kali lipat. Tim peneliti mengintegrasikan teknologi terbaru, termasuk berkas muon yang kuat dan detektor yang mampu mengukur dengan presisi tinggi.
Keberhasilan eksperimen ini diharapkan membuka jalan bagi para ilmuwan untuk menjelajahi konsep fisika baru pada skala energi antara 10 hingga 100 TeV, yang sebanding dengan atau bahkan melebihi kapasitas akselerator partikel besar mendatang. Metode penelitian MACE juga dianggap unik karena memberikan wawasan yang berbeda dibandingkan dengan eksperimen lain dalam bidang fisika.
MACE tidak hanya berperan dalam fisika fundamental, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi dalam bidang ilmu material dan penelitian medis. Proyek ini menempatkan Tiongkok sebagai pemimpin dalam fisika nuklir presisi dan menciptakan kesempatan untuk kolaborasi internasional dalam memahami karakteristik materi dan alam semesta. Tim peneliti menekankan, “Kami sedang membuka jendela baru ke dalam hukum alam.”