Monotoneminimal.com – Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Jakarta Barat hingga Senin (12/1) malam, dengan sembilan Rukun Tetangga (RT) di Kecamatan Cengkareng dan Kalideres terendam. Meskipun hujan mulai reda, ketinggian air di pemukiman warga diperkirakan mencapai 75 sentimeter.
Isnawa Adji, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, menjelaskan bahwa banjir paling parah terjadi di Kelurahan Tegal Alur, yang menjadi titik genangan terdalam. Data mencatat bahwa empat RT di Kelurahan Kamal terendam banjir setinggi 40 sentimeter, sedangkan di Rawa Buaya, tiga RT terendam dengan kedalaman 50 sentimeter.
Penyebab utama banjir ini adalah intensitas hujan yang melampaui kapasitas drainase kota. Purwanti Suryandari, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat, mengungkapkan bahwa curah hujan yang mencapai lebih dari 150 mm telah melebihi kemampuan infrastruktur yang ada. Meskipun sistem pengendalian air beroperasi optimal, volume air yang masuk terlalu besar untuk ditangani.
Sementara itu, situasi di beberapa jalan utama mulai membaik seiring dengan berkurangnya curah hujan. Beberapa titik, seperti Jalan Daan Mogot dan kawasan Tanjung Duren, telah surut dan kembali normal, memungkinkan pemulihan mobilitas masyarakat.
Tim gabungan dari BPBD dan Sudin SDA masih berada di lokasi untuk melakukan penyedotan air menggunakan pompa. Mereka berupaya memastikan bahwa aktivitas warga di kawasan yang terdampak, seperti Tegal Alur, Kamal, dan Rawa Buaya, dapat segera pulih.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya penanganan masih berlangsung, diharapkan situasi akan membaik dalam waktu dekat.