Monotoneminimal.com – Meski terdapat peluang untuk negosiasi, Iran dan Amerika Serikat (AS) tengah mempersiapkan langkah-langkah militer yang tegas, termasuk serangan siber dan invasi udara. Situasi ini terungkap di tengah pernyataan Iran yang menunjukkan kesediaan untuk berunding dengan pihak AS.
Presiden AS dan tim keamanan nasionalnya sedang mengevaluasi berbagai opsi respons terhadap Iran, di mana informasi ini diperoleh dari sumber anonim yang memiliki akses ke diskusi internal di Gedung Putih, menurut laporan Associated Press. Dalam konteks ini, Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa jika Iran melancarkan serangan balasan, AS akan memberikan respons yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Trump juga menyatakan ada upaya untuk mengatur pertemuan dengan Teheran. Namun, ia menekankan perlunya tindakan militer terlebih dahulu mengingat peningkatan jumlah korban di Iran. “Saya yakin mereka mulai merasa lelah di bawah tekanan dari AS. Iran ingin bernegosiasi,” ujar Trump. Ia menegaskan bahwa pertemuan masih dalam tahap pengaturan, dengan Iran yang menghubungi untuk memulai dialog.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengonfirmasi bahwa jalur komunikasi tetap terbuka antara AS dan Iran, termasuk melalui perantara Swiss. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kemungkinan konflik berskala besar semakin dekat, kedua belah pihak tetap mempertahankan saluran dialog di tengah ketegangan yang meningkat.
Konteks ini menambah kompleksitas hubungan internasional, terutama di tengah protes dan sejumlah masalah sosial yang dihadapi Iran saat ini. Aspek diplomasi dan militer pun seakan berada dalam keseimbangan, menciptakan ketidakpastian tentang arah kebijakan selanjutnya dari kedua negara.