Monotoneminimal.com – Daniil Medvedev menegaskan posisinya sebagai kuda hitam dalam Australia Terbuka, mengungkapkan bahwa performa saat ini membuatnya sulit ditaklukkan di Grand Slam pembuka musim di Melbourne Park. Petenis asal Rusia ini datang ke Australia dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih gelar di Brisbane International.
Medvedev berhasil meraih dua trofi dalam tiga bulan terakhir dan kini menduduki peringkat 12 dunia. Ia menjelaskan, penampilannya di akhir musim lalu menunjukkan konsistensi yang baik. “Dari tujuh turnamen terakhir, enam kali saya mencapai perempat final dan meraih dua gelar,” ujarnya.
Meskipun merasa berada dalam performa terbaik, Medvedev menyadari bahwa ia bukan favorit utama dalam turnamen tahun ini, yang didominasi oleh Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz. “Dalam jangka panjang, saya adalah underdog karena sudah cukup lama tidak melangkah jauh di Grand Slam,” katanya.
Perjalanan Medvedev selama tahun 2025 cukup sulit, dengan tersingkir di babak kedua Australia Terbuka dan putaran pertama di Roland Garros, Wimbledon, serta AS Terbuka. Hal ini mendorongnya untuk melakukan perubahan signifikan dalam tim pelatih. Medvedev kini bekerja dengan mantan juara Australia Terbuka, Thomas Johansson, dan Rohan Goetzke, setelah berpisah dengan pelatih sebelumnya, Gilles Cervara.
“Situasinya cukup bergejolak dan perubahan tim membantu. Saya senang dengan kondisi sekarang,” tuturnya, penuh harapan untuk performa yang lebih baik ke depan dalam turnamen bergengsi ini.