Monotoneminimal.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Abdul Kholik menegaskan potensi besar kawasan Jawa Tengah bagian selatan untuk dijadikan poros ekonomi baru, yang dapat membantu mengurangi ketimpangan pembangunan antar wilayah. Dalam diskusi yang berlangsung di Cilacap, Jateng, pada hari Sabtu, Kholik menyebut bahwa potensi sektor pertanian, kelautan, dan pariwisata di wilayah tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Kholik menjelaskan, wilayah selatan sering kali tertinggal dibanding wilayah utara karena infrastruktur dan pusat industri yang lebih berkembang. Meski memiliki sumber daya alam yang melimpah, pengelolaan yang terintegrasi belum diterapkan. Ia mengusulkan bahwa tiga sektor unggulan – agro, maritim, dan pariwisata – dapat saling mendukung dan menjadi motor penggerak ekonomi di kawasan tersebut.
Gagasan ini melibatkan integrasi sejumlah kabupaten, termasuk Cilacap, Banyumas, dan Wonosobo, serta kemungkinan wilayah perbatasan Jawa Barat. Konsep pengembangan ini bertujuan untuk membangun satu kekuatan ekonomi yang saling melengkapi, dengan hubungan yang erat antara wilayah timur, tengah, dan barat.
Kholik menekankan bahwa pengembangan Jateng Selatan tidak hanya untuk kawasan ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari solusi desentralisasi mandiri yang berorientasi pada ketahanan pangan. Respons positif dari pemerintah pusat terlihat melalui rapat koordinasi nasional di bidang infrastruktur terkait Jateng selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Presidium Majelis Daerah Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Cilacap, Hamidan Majdi, menyatakan dukungannya terhadap gagasan tersebut. Ia menambahkan, pengembangan Jateng selatan harus diwujudkan melalui kolaborasi lintas daerah, bukan sekadar wacana politik, untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat di kawasan yang selama ini tertinggal. Diskusi lanjutan dan konsolidasi berbagai pihak direncanakan untuk merealisasikan pengembangan kawasan ini.