Monotoneminimal.com – Peningkatan keselamatan pelayaran menjadi fokus utama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Dalam upaya memastikan keselamatan layanan pelayaran di Indonesia, terutama di wilayah Banten, pihaknya membagikan alat keselamatan dan buku pelaut kepada masyarakat pesisir. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, dalam sebuah acara di Jakarta.
Menurut Masyhud, keselamatan pelayaran tidak semata-mata berkaitan dengan regulasi, melainkan juga melindungi nyawa dan kesejahteraan masyarakat. Dalam kegiatan Kampanye Keselamatan Pelayaran Tahun 2025 yang berlangsung di Cilegon, Banten, sebanyak 1.205 life jacket, 50 life buoy, dan 2.645 Buku Pelaut Merah dibagikan kepada masyarakat. Tujuan dari program ini adalah untuk memperkuat budaya keselamatan di kalangan nelayan dan masyarakat maritim.
Penyelenggaraan kampanye tersebut meliputi juga pembagian paket sembako, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan keselamatan dan legalitas pelayaran di wilayah Banten, Lampung, dan DKI Jakarta. Masyhud menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, asosiasi, dan operator kapal dalam membangun budaya keselamatan yang lebih baik.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Tri Murtopo, juga mengapresiasi inisiatif ini, menyoroti bahwa keselamatan berlayar adalah kebutuhan fundamental demi menjamin kelancaran mobilitas arus logistik. Melihat potensi dan aktivitas pelayaran di Selat Sunda, ia berharap tata kelola keselamatan pelayaran dapat diperkuat.
Kegiatan ini dihadiri oleh 255 peserta dari berbagai instansi dan mencakup penandatanganan Nota Kesepahaman untuk meningkatkan keamanan transportasi di jalur Merak–Bakauheni. Upaya ini menjadi semakin penting menjelang periode arus puncak Natal dan Tahun Baru, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan pelayaran di Indonesia.