Monotoneminimal.com – Perjanjian Perdagangan Preferensial Indonesia-Tunisia (IT-PTA) telah rampung dan dijadwalkan untuk ditandatangani pada Januari 2026. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan hal ini dalam pembukaan Forum Strategis mengenai perluasan pasar ekspor ke Peru dan Tunisia di Jakarta pada Selasa.
Budi menjelaskan bahwa perjanjian ini mencakup berbagai aspek, termasuk pembukaan akses pasar barang, penurunan dan penghapusan tarif, serta pengaturan nontarif seperti standardisasi, anti-dumping, dan prosedur kepabeanan. IT-PTA menawarkan peluang bagi Indonesia untuk mendiversifikasi dan memperluas pasar ekspornya, terutama ke kawasan Afrika Utara dan Mediterania.
Melihat kinerja perdagangan Indonesia-Tunisia pada tahun lalu, total nilai perdagangan mencapai 169,3 juta dolar AS, dengan total investasi sebesar 1,1 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke Tunisia meningkat 0,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Melalui IT-PTA, diharapkan daya saing produk Indonesia dapat meningkat dan memberikan peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan tarif preferensial.
Mendag Budi mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang ini agar kinerja ekspor tetap solid. Dia menegaskan pentingnya segera memanfaatkan semua perjanjian perdagangan yang ada, termasuk dengan negara lain seperti Peru.
Indonesia berkomitmen untuk memperluas pasar global, sejalan dengan kebijakan keterbukaan perdagangan. Sejumlah perjanjian dagang internasional telah disepakati dengan berbagai negara, termasuk Uni Eropa dan Kanada. Nilai ekspor Indonesia selama Januari hingga Agustus 2025 tercatat meningkat 7,72 persen, mencapai 185,13 miliar dolar AS, sementara surplus perdagangan tercatat sebesar 29,14 miliar dolar AS, yang menunjukkan kinerja positif dalam 64 bulan berturut-turut.